Skip to main content

Inilah 11 Hal yang Menyebabkan Gemuk (Obesitas)

Inilah 11 Kebiasaan yang Bikin Gemuk | Berat badan tidak ideal, atau bobot tubuh anda tidak sesuai dengan tinggi anda? Mungkin ada beberapa hal yang tidak anda ketahui kenapa bobot tubuh semakin hari semakin bertambah. Hal apakah yang menyebabkan gemuk? Salah satunya adalah kebiasaan tidak berolahraga, serta porsi makan yang terlalu berlebihan. Hal lainnya yang mungkin anda belum ketahui sebagai berikut 11 hal yang menyebabkan kegemukan

(Baca juga 4 kebiasaan baik yang akan memperpanjang umur, 4 cara menjaga keseimbangan mental tetap sehat, The King’s Speech menjadi film terbaik 2011 )




Di ruangan ber-AC terus menerus, pencemaran hingga obat-obatan bisa membuat anda kelebihan berat badan. Makan terlalu banyak dan tidak berolahraga mungkin menjadi penyebab utama obesitas, tapi ternyata mereka bukan satu-satunya hal yang memelarkan badan. Ada banyak hal yang tak diduga, malah turut menyebabkan obesitas. Berikut 11 hal yang bisa membuat berat badan bertambah.

11. Virus flu
Berdasarkan temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics anak-anak yang terkena virus flu tertentu (biasa disebut adenovirus 36) lebih cenderung menjadi gemuk daripada yang tidak terpapar. Dalam sebuah penelitian atas 124 anak, hampir 80 persen dari mereka yang obesitas. Berat badan mereka rata-rata lebih 23 kilogram dari anak-anak tidak terpapar.

10. Mengunakan penyejuk udara / AC
Dalam sebuah artikel 2006 di International Journal of Obesity dinyatakan, ketika dalam kondisi suhu yang nyaman terus-menerus, membuat tubuh tidak bekerja untuk mengatur dingin atau hangat. Akibatnya, kalori kurang terbakar. Di bagian selatan Amerika Serikat, yang tingkat obesitasnya tinggi, persentase rumah dengan penyejuk udara meningkat. Pada 1978 hanya 37 persen rumah yang menggunakan AC, namun pada 1997 menjadi 70 persen.

9. Memiliki ibu yang kerja
Anak dengan ibu yang bekerja lebih cenderung menjadi gemuk daripada anak-anak yang tinggal dengan ibunya di rumah. University College London meneliti 8.552 anak-anak pada 1965 dan dibandingkan bobot mereka pada 1991. Mereka menemukan 1.991 anak yang ibunya bekerja lebih cenderung menjadi gemuk daripada anak-anak yang ibunya tinggal di rumah. Namun, para peneliti tidak memeriksa asupan makanan atau aktivitas fisik, yang mungkin mempengaruhi hasil.

8. Kurang Tidur
Orang yang kurang tidur meningkatkan risiko mereka menjadi gemuk. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Disease in Childhood menemukan perubahan hormon terjadi ketika tubuh tidak cukup istirahat. Kurang tidur dapat memacu kelaparan, dan kelelahan yang berikut dapat mengurangi aktivitas fisik, menyebabkan kenaikan berat badan lebih lanjut.

7. Operasi Amandel
Para peneliti dari St Louis University di Missouri menemukan anak-anak yang amandelnya dikeluarkan berat badannya lebih tinggi dibanding yang tidak dioperasi. Para peneliti, yang meninjau sembilan studi yang dipublikasikan antara 1970 dan 2009, menemukan peningkatan berat badan dan indeks massa tubuh (IMT) bisa dilihat sampai tujuh tahun setelah operasi amandel. IMT meningkat sebesar 5,5 persen menjadi 8,2 persen setelah operasi. Operasi amandel mungkin meningkatkan nafsu makan anak.

6. Terpapar Lampu Sepanjang Malam.
Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menyatakan, dalam penelitian selama 8 pekan, tikus yang terpapar cahaya redup di malam hari bertambah berat badan 50 persen lebih dibanding tikus yang melewati malam dalam kegelapan total. Walau kedua kelompok tikus itu memiliki jumlah makanan dan aktivitas yang sama. Hasil ini bisa berlaku untuk orang-orang yang makan larut malam.

5. Memiliki ibu yang lebih tua
Ibu yang lebih tua lebih cenderung memiliki anak-anak gemuk. Sebuah di jurnal Archives of Disease in Childhood menemukan anak-anak yang lahir dari wanita usia 30 tahun ke atas kadar lemaknya 2,6 - 2,8 persen lebih banyak dibanding anak yang lahir dari wanita umur kurang dari 25 tahun.

4. Pencemaran Lingkungan.
Polusi bisa berdampak pada metabolisme tubuh, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Critical Reviews in Food Science and Nutrition and the International Journal of Obesity. Bahan kimia dalam plastik, bisphenol A dan dan bifenil difenil, mengganggu endokrin dan berhubungan dengan obesitas karena mengganggu hormon sinyal.

3. Genetik.
Ilmuwan mengidentifikasi 18 tanda genetik baru yang bisa berperan dalam obesitas dan 13 spidol baru yang dapat menentukan apakah lemak membangun di sekitar pinggang atau pinggul. Menurut dua studi yang dipublikasikan bulan ini dalam jurnal Nature Genetics, tanda tanda tersebut sebelumnya tak mengaitkan antara gen dengan obesitas.

2. Diet Tinggi Lemak Saat Hamil.
Para peneliti dari Universitas Cincinnati dan Medical College of Georgia menemukan tikus yang diberi diet tinggi lemak lebih cenderung memiliki bayi besar daripada mereka yang diberi diet normal. dan menjadi besar saat lahir merupakan faktor risiko obesitas di kemudian hari. Bayi-bayi tikus yang besar karena lemak yang dikonsumsi oleh ibunya, menyebabkan plasenta untuk memberikan nutrisi terlalu banyak untuk janin. Para peneliti mengatakan temuan itu dapat berlaku pada manusia.

1. Obat-obatan.
Beberapa obat untuk mencegah depresi, diabetes, hipertensi dan kehamilan yang tidak diinginkan dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Penggunaan obat-obatan psikotropika, khususnya anti-depressant, di Amerika Serikat meningkatkan berat badan sekitar 5 persen antara 1988 dan 2002, menurut penelitian 2009 di journal Critical Reviews in Food Science and Nutrition. (tempointeraktif.com)