Skip to main content

>INILAH PENYEBAB AMBRUKNYA JEMBATAN MAHAKAM KUTAI KARTANEGARA

>INILAH PENYEBAB RUNTUHNYA JEMBATAN MAHAKAM KUTAI KARTANEGARA | Jembatan Mahakam kutai Kartanegara sebagai jembatan terpanjang di Kalimantan yang memiliki panjang lebih 700 meter, pada Sabtu 26 November 2011 ambruk. Jembatan yang baru dibangun pada tahun 2002 tersebut sedang dalam dalam perbaikan pada saat jembatan Mahakam tersebut runtuh. Pada saat ambruknya jembatan Kutai Kartanegara tersebut arus lalulintas sedang ramai dan macet karena jembatan dalam perbaikan shingga hanya 1 arah yang dibuka dengan sistem buka tutup dari arah yang berlawanan. Beban yang tidak sanggup ditahan oleh badan jembatan akhirnya membuat jembatan mahakam tersebut ambruk. Berikut penyebab ambruknya jembatan mahakam kutai kartanegara.

[Baca juga: foto video detik detik ambruknya jembatan mahakam kutai kartanegara, daftar korban ambruknya jembatan mahakam kutai kartanegara, foto foto resepsi pernikahan Ibas Aliya di JCC]


Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mengungkapkan bahwa bencana runtuhnya Jembatan Kartanegara terjadi saat sedang mengalami perbaikan.
Perbaikan yang dilakukan Sabtu, 26 November 2011 itu merupakan kegiatan pemeliharaan yang dianggarkan hingga Rp2 miliar dan sudah mendapatkan persetujuan Bupati Kukar, Rita Widyasari.

Bupati Kukar Rita Widyasari melalui Kabag Humas Pemkab Kutai Kartanegara, Sri Wahyuni, mengatakan pada hari pertama pemeliharaan itu petugas mulai melakukan penyetingan terhadap tali penahan jembatan. Namun, saat proses dilakukan petugas tak menghentikan arus lalu lintas yang memasuki jam-jam sibuk.

Petugas, dia menambahkan, hanya menutup sebagian badan jalan dan menjadikan jalur dua arah itu menjadi satu arah dengan sistem buka tutup.
"Nah, petaka terjadi ketika jembatan tak sanggup menahan beban maksimal. Ditambah lagi kekuatan jembatan berkurang lantaran tali penyangganya sedang mengalami perbaikan," ujarnya dalam keterangan pers di Pemkab Kukar, Minggu 27 November 2011.

Sri melanjutkan, badan jalan turun dan tiang penyangga kendor, sehingga mengurangi kekuatan jembatan.

Dia menuturkan, sebelum terjadinya bencana memang sudah ada pergeseran dengan badan jalan. Sebab itu, dilakukan pemeliharaan jembatan untuk mengembalikan setingan jembatan seperti semula.

Sementara itu, Rita mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pemeriksaan mengenai kondisi jembatan sebelum terjadinya runtuhan tersebut.
Bahkan, dia menambahkan, pemeriksaan itu juga dilakukan oleh tim investigasi yang diturunkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.(sumber: nasional.vivanews.com)